PROGRAM STUDI ILMU POLITIK – FISIP

Political Science Program – Faculty of Social and Political Science

Laboratorium

10 - 01 - 2015 Administrator

Dalam menunjang proses belajar mengajar di lingkungan PS IP FISIP UB terdapat kantor laboratorium Ilmu Politik (LAPORA), dengan luas 24 m2. Dalam ruang LAB tersebut telah tersedia fasilitas penunjang kegiatan seperti Komputer, Almari Arsip, Ruang Diskusi, Ruang Tamu, Toilet, dan

Laboratorium Ilmu Politik difungsikan untuk mendukung proses pembelajaran mahasiswa melalui praktikum dalam bentuk kegiatan diskusi, penelitian, pengabdian masyarakat maupun program-program kegiatan pelatihan yang meningkatkan hardskill dan softskill mahasiswa.

Untuk fasilitas Laboratorium ini, PS IP FISIP UB juga didukung oleh tersedianya fasilitas Laboratorium Bahasa dan Laboratorium Komputer yang disediakan di lingkungan FISIP UB.  FISIP UB menyediakan laboratorium Bahasa seluas 66 m2 dan laboratorium Komputer seluas 66 m2, dengan daya tampung maksimal masing-masing adalah 60 orang mahasiswa.

|

Laboratorium Ilmu Politik yang bernama Laboratorium Ilmu Politik dan Rekayasa Kebijakan (Lapora) adalah bagian integral dari kurikulum berbasis kompetensi Program Studi Ilmu Politik. Yaitu sebagai wahana untuk mencapai kualifikasi akademis dan keterampilan (praktik) yang mutlak dimiliki mahasiswa Ilmu Politik. Selain itu, Laboraturium Ilmu Politik merupakan bagian dari instrumen pencapaian visi dan misi Jurusan Ilmu Politik, yang bukan hanya menjalankan misi akademis tetapi juga keikutsertaannya dalam transformasi atau perubahan kebijakan untuk perbaikan kualitas kehidupan Indonesia. Jadi konsep laboratorium yang dimiliki Program Studi Ilmu Politik adalah:

Laboratorium Ilmu Politik sebagai pendukung utama pencapaian visi, misi, dan tujuan Program Studi Ilmu Politik sebagai Wahana penciptaan academic excellence and transformation (policy reform).

Kegiatan utama Laboratorium Ilmu Politik adalah:Wahana praktikum mahasiswa untuk belajar riset politik berpendekatan kuantitatif (menggunakan software STATA atau SPSS) seperti survei opini publik, perilaku memilih, evaluasi kebijakan publik, perilaku parlemen, perbandingan proses politik

  1. Wahana simulasi pembuatan kebijakan
  2. Wahana kajian kualitatif politik dan kebijakan
  3. Pusat kajian Ilmu Politik dan peningkatan kapasitas staf pengajar
  4. Pembimbingan projek-projek individual mahasiswa

Di samping itu, terdapat beberapa kegiatan pendukung Laboratorium  Ilmu Politik, di antaranya adalah:

  1. Penerbitan (jurnal, buku ajar/teks, working paper)
  2. Pelatihan dan pendidikan politik dan kebijakan bagi masyarakat dan pemerintah/swasta
  3. Advokasi kebijakan dan debat kebijakan