PROGRAM STUDI ILMU POLITIK – FISIP

Political Science Program – Faculty of Social and Political Science

Rilis Survey Popularitas Bakal Calon Kandidat Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Malang 2015

C360_2015-06-24-10-07-05-730

Malang, Rabu 24 Juni 2015. Hari ini Laboratorium Politik dan Rekayasa Kebijakan (LaPoRa), program studi (prodi) Ilmu Politik, Universitas Brawijaya (UB), merilis survey yang terkait popularitas bakal calon kandidat pemilihan kepala daerah Kabupaten Malang 2015. Rilis ini di moderatori oleh Tri Hendra, S.IP, M.IP, Moh, Fajar Ramadlan, S.IP., M.IP sebagai pemapar hasil survey LaPoRa, dan Wawan Sobari, PH,D, sebagai pembahas dari hasil survey tersebut.

Rilis survey ini dilakukan oleh LaPoRa berdasarkan survey yang mereka pada tanggal 1-8 Juni 2015.Survey yang dilakukan disemua kecamatan di Kabupaten Malang ini mengambil responden 600 orang yang dipilih secara merata. Metode penelitiannya menggunakan Multistage Random Sampling, yang berarti pemilihan responden dilakukan secara proporsional berdasarkan jumlah penduduk di setiap kecamatan.

Rilis survey ini membahas 4 pokok pembahasan, diantaranya:
1. Evaluasi Kinerja Incumbent
2. Popularitas Kandidat
3. Media Sosialisasi atau Kampanye, dan
4. Perilaku Pemilih

C360_2015-06-24-10-41-14-475

Evaluasi Kinerja Incubent membahas terkait bidang kebijakan yang dinilai paling memuaskan bagi publik. 3 bidang paling atas yang dinilai paling memuaskan bagi publik menurut hasil survey adalah bidang pendidikan (24,6%), Infrastruktur Pembangunan (20,8%) dan Kesehatan (19,3%). kemudian responden diminta juga untuk menilai kelebihan incumbent. 36,9% dari total responden menganggap bahwa incumbent hari ini dianggap merakyat.

kemudian dalam rilis tersebut juga dinilai aspek popularitas kandidat. disini para responden diperbolehkan memilih para calon kandidat yang mereka sukai lebih dari satu. dua kandidat tertinggi adalah Rendra Kresna (92,9) dan Sujud Pribadi (74,8). kemudian ada tiga peringkat teratas kandidat yang diketahui oleh publik telah melakukan sosialisasi, Rendra Kresna (32,2%), Sujud Pribadi (9,3%) dan Sucipto (6,1%). lebih lanjut, tertanya pertimbangan para responden memilih adalah bahwa para bakal calon kandidat harus merakyat (50,5%).

Media Sosialisasi atau kampanye adalah salah satu elemen penting untuk memsosialisasikan kepentigan politik bakal calon kandidat bupati kabupaten Malang. Tiga media kampanye teratas yang dinilai bisa memsosialisasikan para kandidat ialah Media Elektronik (25,2%), Alat Peraga (24,6%) dan informasi dari orang laing (23,9%). lebih jauhnya, ternyata alat peraga dalam bentuk pakaian dinilai paling efektif untuk sosialisasi para kandidat (40,4%). secara teknis, sambang pasar (32,3%), Pengajian (27,1%) dan Door to door (21,4), dinilai sebagai model sosialisasi paling efektif. untuk pemasangan alat peraga paling efektif, ternyata pinggir jalan (33,6%) dan Perempatan/pertigaan (23,8%) dinilai adalah tempat paling efektif untuk pemasangan alat peraga para kandidat.

Untuk perilaku memilih para responden, ternyata 63% dari total responden belum mengetahui pemilihan kepala daerah akan dilakukan kapan. ini secara tidak langsung menjadi pekerjaan rumah bagi KPUD Kab. Malang untuk melakukan sosialisasi lebih gencar kepada masyarakat. kemudian terkait politik uang ada perbedaan sikap dan perilaku pada para responden. meskipun 65% responden akan menerima politik uang, ternyata hanya 22% yang akan memilih jika diberi politik uang oleh para kandidat.

lebih jauh para pemateri mengharapkan survey ini bisa menjadi refrensi semua pihak yang bersangkutan untuk melakukan tindakan-tindakan politik yang tepat dan merakyat. karena sesuai yang dikatakan Moh, Fajar Ramadlan, survey ini mutlak seluruhnya didanai oleh Fakulatas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UB, sehingga independensi hasil survey ini bisa dijaga.